Senin, 16 Juli 2018

5/3/2018– webbdkambon – Era informasi dan teknologi sekarang ini dimana dunia sudah tanpa batas dalam artian informasi yang berasal dari seluruh belahan dunia sudah dapat dikonsumsi oleh seluruh masyarakat baik yang diperkotaan maupun di pedesaan. Pada era IT inipun segala bentuk perilaku dari masyarakat sudah banyak yang menyimpang dari aturan serta norma-norma agama, salah satu contoh telah terjadi banyak pembunuhan serta tindak kekerasan yang mengakibatkan masyarakat mulai merasakan ketidaknyamanan dengan keadaan yang terjadi sekarang ini.

Dengan keadaan yang meresahkan ini maka Pemerintah dalam hal ini Kementerian agama mempunyai gagasan dengan melahirkan puluhan ribu penyuluh yang nantinya akan terjun langsung dalam masyarakat untuk memberikan penyuluhan serta pembinaan kepada masyarakat untuk mengantisipasi kondisi zaman sekarang ini.

Dalam acara pembukaan Diklat Penyuluh non PNS yang dibuka oleh  Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku bapak Fesal Musaad, M.Pd dan dihadiri oleh para pejabat di lingkungan Kementerian Agama dan Balai Diklat Keagamaan Ambon yang berlangsung di Aula BDK Ambon, Kakanwil menyampaikan rasa bangganya bisa langsung bertatap muka dengan para Penyuluh non PNS yang siap mengabdi untuk Negara dengan mensukseskan program pemerintah dalam hal memberikan penyuluhan kepada masyarakat demi keamanan dan kenyamanan serta keberlangsungan hidup masyarakat pada umumnya.

Beliau juga menyampaikan bahwa Kementerian Agama itu sendiri menganut nilai-nilai yang semuanya tertuang dalam lima budaya kerja Kementerian Agama yakni, Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab dan Keteladanan, untuk itu sebagai aparatur Kementerian Agama sudah saatnya Out off Box, yakni keluar dari kotak keterpurukan.

Bapak Kakanwil juga menyampaikan bahwa Penyuluh adalah merupakan garda terdepan dari Kementerian Agama yang merupakan perpanjangan tangan dari Kantor Urusan Agama (KUA), oleh sebab itu penyuluh harus memenuhi 4 aspek penting dalam menjalankan tugas sebagai penyuluh yakni:

  • ·         Intelektualitas
  • ·         Inovasi
  • ·         Kepribadian
  • ·         Kualitas

Penyuluh PNS maupun non PNS sangatlah mendapat perhatian ekstra dari pemerintah dalam rangka membangun serta melaksanakan Revolusi Mental.

Disamping itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku juga menyampaikan bahwa empat hal yang akan dilakukan oleh Kementerian Agama yakni: 

  • ·         Rasionalisasi Penyuluh
  • ·         Integrasi penyuluh di KUA
  • ·         Regulasi tentang penyuluh
  • ·         Peningkatan kompetensi penyuluh

Diakhir sambutannya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama menyampaikan harapannya kepada para penyuluh non PNS agar dapat menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan dan ketulusan sehingga yang selama ini menjadi penyakit yang ada dalam kehidupan bermasyarakat.

Beliau juga berharap agar para penyuluh dalam menjalankan tugasnya dapat memberantas segala bentuk radikalisme yang selalu menjadi terror bagi masyarakat, para penyuluh juga dapat melakukan pembinaan buta aksara, pembinaan keluarga sakinah, zakat wakaf serta penyuluh juga dapat memberantas segala bentuk pelecehan seksual, kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak. Dalam melaksanakan semua hal itu penyuluh juga dapat membuat peta pembinaan, koordinasi, sosialisasi dan komunikasi yang baik. Def