Top
    bdkambon@kemenag.go.id
(0911) 362488
Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku Utara Buka Diklat Penyuluh Non Pns Dan Media Pembelajran Berbasis Multi Media

Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku Utara Buka Diklat Penyuluh Non Pns Dan Media Pembelajran Berbasis Multi Media

Selasa, 22 September 2020
Kategori : Berita
63 kali dibaca

22 – 9 – 2020, Kementerian Agama terus membangun dialog kerukunan internal dan eksternal kerukunan umat beragama dan juga Kementerian Agama menempatkan penyuluh agama non PNS sebagai garda terdepan untuk membangun kerukunan umat beragama. Penyuluh agama non PNS direkrut oleh Kementerian Agama secara besar-besaran, dan penyuluh agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu dan Budha. Penyuluh agama merupakan teladan serta panutan, sekaligus rujukan, dan tempat bertanya masyarakat tentang hal ikhwal keagamaan.

Upacara Pembukaan Diklat Di Wilayah Kerja Penyuluh Agama Non PNS dan Media

Pembelajaran berbasis Multi Media Kementerian Agama Kab. Halmahera Selatan

Pada Pembukaann Diklat yang dilaksanakan pada hari selasa 22 September 2020 di Kab. Halmahera Selatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Prov. Maluku Utara menyampaikan arahannya bahwa penyuluh agama mengembang fungsi penting sebagai penyambung lidah pemerintah, sehingga setiap kebijakan pemerintah terkait keagamaan harus dipahami dengan baik dan mencerahkan. Untuk itu Kementerian Agama terus mendorong penguatan kapasitas penyuluh baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Para Da’I, pendeta, pastor dan juru penerang atau penyuluh agama dan kita semua didorong terus untuk mencerahkan masyarakat dengan pemahaman agama yang moderasi (Islam rahmatan lil’alamin, kristen protestan dan katolik ajaran cinta kasih, hindu ajaran ahisma, budha dengan nilai keserderhanaan dan konfusionisme dengan ajaran kebijaksanaan). Melalui pemahaman agama dan dakwah yang moderasi dan tercerahkan akan menjadi senjata yang ampuh untuk mencegah dan menghindarkan masyarakat dari berbagai bentuk tindakan, radikal, terorisme dan penyakit sosial lainnya.

Seluruh ASN dikementerian Agama adalah orang-orang pilihan, artinya terpilih, diangkat dan diberikan kehormatan dengan mengembang tugas penting sebagai pelayan, itulah nilai yang membedakan kita dengan masyarakat. Masyarakat membutuhkan pelayanan yang baik sementera Kementerian Agama hadir dengan peran utama yaitu memberikan sentuhan pelayanan.

Kemuliyaan dan kehormatan ASN di Kementerian Agama untuk melayani masyakat, tidak sebatas hanya mengembang tugas dari pemerintah atau negara, tapi lebih dari itu kita semua telah ditakdirkan oleh Allah SWT, sebagai pelayan kepada seluruh umat beragama. Setiap agama tentu mengajarkan pesan-pesan yang sama, bahwa sebaik-baiknya manusia menurut agama adalah mereka yang paling banyak memberi kepada sesama.

Haruslah dipahami bahwa dinamika kerukunan umat beragama akan selalu mengalami fluktuasi perubahan yang mengarah pada gesekan dan konflik. Sersuai data INSEP tahun 2017 menyebutkan konflik yang terjadi ditengah masyarakat pada umumnya dilatari oleh agama. Kenapa agama sering kali menjadi pemicu lahirnya konflik ditengah masyarakat, ini harus dicermati, karena tidak mungkin agama yang esensinya diturunkan oleh Tuhan untuk menciptakan perdamaian justru dijadikan sebagai sumber penyebab konflik.

Dalam konteks ini maka kita semua dapat memaknai dan memberikan pemahaman bagi seluruh pemeluk agama agar memandang agama bukan dari sisi eksternal, sebab akan menyebabkan banyak tafsiran yang tentu berbeda. Umat beragama harus dituntun untuk memahami agama secara internal yang menjadi esensi dan keutamaan dari seluruh ajaran agama yaitu memanusiakan manusia.

H. Sarbin Sehe, S.Ag, M.Pd.I juga menyampaikan pesan-pesan penting kepada para tenaga pendidik di Lingkungan Kementerian Agama Prov. Maluku Utara agar jangan pernah berhenti untuk berinovasi serta mengembangkan kompetensi sehingga mampu memberikan layanan pendidikan sesuai kondisi peradaban dunia yang terus menerus mengalami perkembangan. Di era teknologi yang semakin pesat perkembangannya mengharuskan para guru untuk dapat meningkatkan kompetensi IT yang memadai. Guru haruslah menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi pembelajaran karena media pembelajaran berbasis multi media telah menjadi sarana utama dalam pembelajaran.

 

Melalui momontem Diklat ini KaKanwil berharap seluruh peserta Diklat Substantif Penyuluh non PNS, Diklat Media Pembelajaran berbasis Multi Media Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara dapat meningkatkan pengetahuan, keahlian, ketrampilan dan membentuk sikap ASN agar dapat melaksanakan tugas dengan baik, menjadi aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatua bangsa, serta dapat melahirkan Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama yang berkualitas, berintegritas, profesional, inovatif, bertanggung jawab dan menjadi teladan ditengah-tengah kehidupan sosial bermasyarakat.


Sumber :

Penulis :

Editor :

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP