Senin, 10 Desember 2018

6/11/2017 – webbdkambon – Diklat Pengelolaan Keuangan Madrasah, Diklat Pengelolaan BMN Madrasah dan Diklat Pengelolaan Pepustakaan Madrasah yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Ambon pada penghujung tahun 2017 menjadi istimewa karena dibuka secara langsung oleh Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. H. Abdul Rahman Mas’ud, Ph.D.

Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama R.I. dalam arahannya menyatakan sangat senang bertemu langsung dengan para peserta diklat di Balai Diklat Keagamaan Ambon dan seluruh jajaran Balai Dikat Keagamaan Ambon teristimewa Kepala Balai Diklat Keagamaan Ambon Dr. H. Abdul Kahar, M.Pd.I yang baru saja dilantik menjadi Kepala Balai Diklat Keagamaan Ambon pada bulan Juli 2017 yang lalu. Kepala Badan Litbang dan Diklat memberikan apresiasi kepada Kepala Balai Diklat Keagamaan Ambon atas perubahan yang telah dilakukan di Balai Diklat Keagamaan Ambon.

Terkait dengan Diklat Keuangan Madrasah dan Diklat Pengelolaan BMN Madrasah yang dilaksanakan,  beliau berpesan agar predikat  Wajar Tanpa Pengecuwalian (WTP) adalah harga mati tanpa bisa ditawar-tawar lagi, untuk itu perlu kerja keras dari semua elemen pada Kementerian Agama agar predikat WTP bagi Kementerian Agama dapat dipertahankan sesuai dengan harapan kita bersama.

Ini menjadi tanggung jawab besar yang harus dipikul bersama seluruh ASN Kementerian Agama karena untuk mempertahankan predikat WTP tersebut maka haruslah lebih meningkatkan kinerga serta kompetensi kita sebagai ASN Kementerian Agama baik pusat maupun daerah.

Hal ini tidaklah terlepas dari peran pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Ambon, yang telah melaksanakan berbagai macam pendidikan dan pelatihan yang semuanya mengarah peda kemajuan serta perkembangan SDM Kementerian Agama khususnya Kementerian Agama Prov. Maluku. Menurut beliau tidak ada bangsa yang besar tanpa peran guru dan lembaga pendidikan, beliau bercerita tentang pengalaman beliau ketika berada di Negara USA, Jepang, disana guru dan lembaga pendidikan menjadi prioritas pemerintah dalam memberikan perhatian karena menurut mereka kemajuan sebuah bangsa sangatlah ditentukan oleh kemajuan dunia pendidikan.

Untuk itu beliau berharap dan berbangga apabila alumni diklat setelah kembali dari kampus Balai Diklat Keagamaan Ambon ini dapat mengimplementasikan ilmu yang diperolehnya selama mengikuti diklat untuk mengangkat dan meningkatkan kualitas lembaga tempat dia bekerja, karena keberhasilan dari pendidkan dan pelatihan ini adalah bagaimana alumni diklat dapat memberikan dampak positik bagi peningkatan kualitas lembaga tempat mereka bekerja.

Hal ini juga tidak terlepas dari peran penting Widyaiswara dalam kediklatan, beliau berharap widyaiswara haruslah mampu mempengaruhi peserta dalam hal pelaksnaan pembelajaran, sehingga ilmu yang disampaikan oleh widyaiswara dapat dengan mudah diterima oleh peserta, untuk itu widyaiswara dituntut untuk terus mengupdate ilmu pengetahuan yang berubah dari masa ke masa sehingga kompetensi dapat terus ditingkatkan dan kualitas kediklatan juga terus berkembang sesuai perkembangan jaman sekarang ini.

            Tidak ada diskriminasi terhadap widyaiswara, menurut beliau siapa saja yang terus dan terus membaca serta mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan maka mereka akan memperoleh hasil yang lebih baik.