Rabu, 20 Februari 2019

Oleh : Stanilaus Latbual

                       (Penyuluh Agama Katolik Kemenag. Kab. Maluku Tengggra Barat)

 

PENDAHULUAN

 

Latar Belakang Masalah

Pembangunan Nasional Indonesia diarahkan pada pembangunan manusia (human) Indonesia seutuhnya agar senantiasa terwujud suasana kehidupan yang rukun dan damai, demokratis, adil  dan sejahtera serta bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Arah atau tujuan pembangunan itu senantiasa dijabarkan dan implementasikan di dalam setiap program pemerintah di setiap sektor untuk direalisasikan bersama. Dalam perspektif itu, Kementerian Agama dalam hal ini Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, selaku pemegang keputusan dan kebijakan atas nama pemerintah di seluruh jajaran Kementerian Agama Republik Indonesia telah mencetuskan pelbagai program untuk di laksanakan dan dijalankan di seluruh jajarannya.

Dari seluruh program yang ditetapkan dan direalisasikan dilingkungan Kementerian Agama dari pusat sampai ke daerah, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, menitikberatkan pada prinsip “perdamain”. Prinsip perdamaian menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, amat penting dan mendesak untuk dilaksanakan saat ini mengingat akhir-akhir ini kondisi bangsa kita mengalami krisis kebinekaan yang menjurus pada perpecahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kenyataan ini dipicu oleh sekat-sekat sempit kepentingan-kepentingan politik yang sengaja maupun tidak sengaja berusaha merongrong kesatuan dan persatuan bangsa. Ambil contoh kasus Ahok. Dalam kasus Ahok terjadi demo besar-besaran jilid satu dan dua bahkan di sana sini muncul ancaman-ancaman terhadap Negara.

Dengan menoleh pada kondisi faktual negara yang demikian, oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, memandang bahwa perdamaian pada hakikatnya merupakan salah satu kekuatan mendasar dalam upaya membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Tanpa perdamaian, mustahil suatu negara dapat dibangun dengan baik. Ambil contoh seperti yang terjadi di negara-negara Timur tengah seperti Suriah, Libanon, Afganistan, Irak, Iran dan lain sebagainya. Menyadari betapa pentingnya membangun perdamain, maka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menempatkan prinsip perdamaian sebagai program terdepan yang harus direalisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dengan demikian Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, menegaskan kepada seluruh elemen bangsa ini untuk memberikan perhatian serius dalam upaya membangun perdamaian. Lebih khusus kepada seluruh jajaran di lingkungan Kementerian Agama, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, mengeluarkan pernyataan serius berupa sebuah slogan yaitu “Tebarkanlah Perdamaian”. Slogan ini menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dimaksudkan sebagai sebuah bentuk kampanye. Akan tetapi bukan sekedar kampanye kosong, melainkan harus di wujudkan, disosialisasikan dan didenggungkan di mana-mana di seluruh pelosok negeri ini agar dari padanya masyarakat menyadari dan mengerti dengan benar bahwa perdamaian itu penting untuk diciptakan di mana-mana. Tanpa perdamaian masyarakat tidak bisa hidup aman dan tidak mampu berbuat apa-apa.

Dalam rangka mewujudkan perdamaian, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dalam kunjugan kerja ke setiap daerah di Indonesia selalu menghimbau masyarakat dan seluruh jajarannya untuk selalu dan selalu menciptakan perdamaian. Kepada seluruh penyuluh agama PNS maupun Non-PNS, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, menitipkan pesan dan harapan kiranya para penyuluh menjadi garda depan atau ujung tombak Kementerian Agama dalam menciptakan perdamain di tengah-tengah umat dan masyarakat. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, memberikan harapan besar bagi para penyuluh agama baik PNS maupun Non-PNS untuk terus menerus memperjuangkan perdamaian di mana-mana karena para penyuluh agama dalam tugasnya berhadapan langsung dengan akar rumput (grass root). Demikian Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, menaruh harapan besar kepada penyuluh untuk terus mengkampanyekan dan mendenggungkan di tengah-tengah umat dan masyarakat bahwa agama nicaya membawa kedamain dan kasih sayang. Tidak mungkin agama membawa kekerasan karena agama diturunkan oleh Allah Subahana Wataaallah untuk mensejahterakan kehidupan manusia.

Karena itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, sebagai penyuluh, harus memiliki kesadaran bahwa penyuluhan, penerangan, bimbingan, dan hal-hal terkait penjelasan ikhwal keagamaan hendaknya mengandung penjelasan yang mencerahkan. Menteri Agama ingin menggaraisbawahi kata mencerahkan. Karena saudara-saudara penyuluh pada hakekatnya adalah para dai, juru penerang, maka sampaikanlah agama dengan pendekatan sedemikian rupa sehingga penjeasan saudara itu mencerahkan.

Dengan demikian, penyuluh agama memiliki peran strategis menjaga serta memelihara kultur tersebut yang tidak dapat dipisahkan dari kebiasaan masyarakat yang menjalani kehidupan. Nilai keagamaan selalu saja seiring dengan masyarakat Indonesia dalam aktifitas keseharian. Budaya ini yang harus dipelihara. Karena itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin,  mengajak seluruh penyuluh agama di Indonesia, untuk senantiasa terus memelihara konteks kebangsaan dalam lingkup yang lebih luas. Tidak sebatas melihat persoalan hanya dalam pandangan sempit minoritas dan mayoritas.

Dari seluruh uraian di atas kentaralah bahwa Menteri Agama menempatkan pernyataan sikapnya dalam upaya membangun perdamaian di Indonesia. Upaya perdamaian itu di tempatkan dalam konteks tugas dan fungsi pokok para penyuluh agama, baik penyuluh agama PNS maupun penyuluh agama Non-PNS di lingkungan Kementerian Agama RI.

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

A.      Tinjauan Teori.

 

Perdamaian

Kata atau istilah perdamaian berasal dari kata dasar damai. Perdamaian memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga perdamaian dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. Kata lain dari perdamaian ialah penghentian (perselisihan dan sebaginya); perihal damai (berdamai): kongres perdamaian dunia.

 Menurut Wikipedia bahasa  ialah membawa konotasi yang positif sehingga istilah damai dalam arti yang sesungguhnya hampir tidak ada orang yang menentang perdamaian; Maka dalam arti itu perdamaian dikaitkan dengan perdamaian dunia yang merupakan tujuan utama dari kemanusiaan. Dalam pandangan lain perdamaian dapat menunjuk ke persetujuan mengakhiri sebuah perang, atau ketiadaan perang, atau sebuah periode di mana sebuah angkatan bersenjata tidak memerangi musuh.

Dengan demikian kata damai dapat dimengerti sebagi suatu suasana di mana setiap orang atau suatu kelompok masyarakat atau negara mengalami suasana tenang (damai) tanpa kekerasan, tekanan (terror), kekacauan atau pertikaian dan perang. Suasana damai yang dialami oleh setiap orang pasti berbeda sesuai dengan budaya dan lingkungan.

Meski demikian terkadang para pemikir lain dengan latar belakang budayanya masing-masing tidak sepakat dengan corak pemikrian tersebut. Para pemikir lain cenderung merumuskan istilah damai sesuai dengan corak dan dinamika budayanya sendiri. Dengan demikian oleh beberapa pemikir dibidang perdamaian memilih membuat ide damai secara tunggal kemudian mendorong mereka untuk merumuskan istilah damai  ke arah banyak arti. Mereka berpikir tidak ada definisi tunggal yang benar tentang damai; damai, harus dilihat sebagai sesuatu yang majemuk. Contoh, di wilayah Danau Besar Afrika., kata damai adalah kindoki, yang menunjuk kepada keseimbangan yang harmonis antara manusia dan dunia alam lainnya dan juga kosmos. Pandangan ini lebih luas dari damai yang berarti ‘ketiadaan perang’ atau bahkan “kehadiran keadilan”.

 

Penyuluh Agama

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, penyuluh berasal dari kata suluh (/su-luh/n yang berarti: 1. barang dipakai untuk menerangi; obor. 2. pengintai; penyelidik; mata-mata, penyuluh. Maka penyuluh berarti pemberi penerangan; penunjuk jalan; pengintai; mata-mata. 

Dari rumusan kata di atas dapat dikatakan bahwa penyuluh agama adalah juru penerang yang mampu menjelaskan hal ihwal kegamaan. Dengan kata lain, Penyuluh agama adalah mereka yang mempunyai kemampuan sekaligus kemauan atas kesediaan untuk memberikan penyuluhan atau penerangan dan sebagai penunjuk jalan dalam bidang keagamaan.

Penyuluh agama berdasarkan Keputusan Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 54/Kep/MK.Waspan/9/1999 tentang Jabatan Penyuluh dan Angka Kreditnya bahwa penyuluhan agama adalah suatu kegiatan bimbingan atau penerangan agama dan pembangunan dengan bahasa agama untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan nasional. Sedangkan orang yang memberikan penyuluh agama disebut penyuluh. Juga berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Agama dan Kepala Badan Kepegawaian Nomor 574 Tahun 1999 Nomor 178 Tahun 1999 tentang Agama dan Angka Kreditnya, bahwa Penyuluh Agama adalah pegawai negeri sipil yang diberi tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan bimbingan keagamaan dan pembangunan melalui bahasa agama.

Penyuluh dalam pandangan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebagai pembimbing masyarakat. Karena dipersiapkan dalam hal ihwal keagamaan, maka penyuluh adalah sebagai tempat bertanya dan rujukan masyarakat. Sebagai penyuluh dalam pandangan Menteri Agama, mereka harus mempunyai kesadaran bahwa penyuluhan, penerangan, bimbingan dan hal ikwal keagamaan hendaknya penjelasan dan penerangan yang mencerahkan. Yang dimaksud mencerahkan, ialah dengan penerangan, masyarakat menjadi paham tentang persoalan yang ada bukan malah semakin binggung, bukan semakin memiliki persepsi dan pemikiran atau paham yang justru bertolak belakang dengan pemerintah. Maka yang dituntut dari penyuluh adalah keluasan wawasan dalam memahami persoalan yang terkait dengan paham keagamaan. Karenanya Menteri Agama, berharap para penyuluh senantiasa termotivasi untuk belajar.  Karena belajar adalah proses yang tanpa henti (never ending process).

 

B. Pembahasan

            Pandangan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyangkut ‘perdamian’ di Indonesia dalam perspektif tugas dan fungsi penyuluh agama menarik untuk di kaji lebih mendalam. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin adalah seorang tokoh nasional yang sungguh-sungguh humanis dan moderat. Tolak ukur ialah ketika ia menjabat sebagai seorang Menteri Agama, pemikiran-pemikirannya selalu tertuju pada aspek perdamaian. Kenyataan ini nampak dalam seruan-seruan tentang perdamaian yang salah satunya terkenal ialah slogan tentang “tebarkan perdamaian”. Pandangannya tentang perdamaian berpijak pada konteks historis bangsa Indonesia. Kondisi Indonesia yang mengalami krisis moral dan kesenjangan yang menjurus pada sektariannisme suku, ras, golongan dan agama. Dengan kata lain, negara kita sedang dirongrong oleh kepentingan-kepentingan politik sepihak yang menjurus pada persimpangan poros disintegrasi. Dalam konteks ini, kelompok-kelompok radikal dan mereka yang mempunyai kepentingan politik berusaha menyusup masuk dengan doktrin dan ideologi mereka untuk menghancurkan negara ini. Karena itu menurut Lukman Hakim Saifuddin adalah tepat dan benar bila aspek perdamaian menjadi aspek yang paling penting di perjuangkan dan direalisasikan saat ini di Indonesia. Bagi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, prinsip perdamaian merupakan prinsip universal yang harus diterima dan diwujudkan. Perdamaian merupakan harga mati yang harus diwujudkan di negara ini. Itu berarti tidak ada satu orangpun yang tidak menghendaki perdamaian. Semua orang selalu mendambakan hidup damai.

            Selain sebagai tokoh humanis, ia juga tergolong sebagai seorang tokoh yang moderat, artinya corak pemikirannya selalu luas dan holistik. Meski ia anak seorang Kiyai dan bahkan ia didik dan dibesarkan dalam lingkungan pesantren yang begitu ketat. Sikap moderat seorang Lukman Hakim Saifuddin nampak ketika berhadapan dengan pelbagai serangan atau sindrom-sindrom (letupan-letupan) yang diciptakan oleh kelompok-kelompok radikal. Misalnya kekerasan terhadap kaum ulama, tokoh-tokoh agama, pembakaran gereja dan mesjid. Dalam menghadapi peristiwa-peristiwa demikian ia selalu megedepankan pendekatan humanis dan tidak berpihak pada kepentingan kelompok atau golongan manapun. Ia selalu mengedepankan dialog artinya ia selalu mengajak semua pihak untuk menyelesaikan setiap persoalan dengan jalan dialog atau lewat diskursus. Karena melalui diskursus semua masalah bisa diselasaikan dengan pemikiran dan pandangan-pandangan yang sehat dan menyejukan, dengan demikian akan membawa pencerahan baru bagi masyarakat luas. Bagi Lukman Hakim Saifuddin, perbedaan merupakan suatu keniscayaan bahkan sunnatullah. Perbedaan bukan untuk saling dibenturkan atau diperhadapkan. Tuhan menciptakan kita berbeda untuk saling melengkapi dan bukan saling menghancurkan. Misalnya ucapan selamat natal oleh kaum muslim. Sebagian mengharamkan dan sebagian membolehkan. Masing-masing pandangan memiliki basis argumentasi.

            Dari latarbelakang pemikiran Menteri Agama di atas, saya coba menempatkan aspek perdamaian itu dalam konteks tugas dan fungsi penyuluh agama. Hal  ini dimaksudkan untuk mempersempit ruang lingkup pembahasan tulisan ini. Di bahwah ini saya coba mengutip beberapa pernyataan resmi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terkait dengan tugas dan fungsi penyuluh agama di lapangan. Berikut seruan-seruan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin:

    

1.   Dalam berbagai kesempatan, terlebih dalam kunjungan-kunjungan kerjanya ke daerah-daerah di Indonesia, Menteri Agama selalu menyerukan perdamaian. Kunjungan ke Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (28/3/2018). Ia menegaskan: Penyuluh agama yang langsung terjun dan bersinggungan langsung di tengah masyarakat memiliki peran sangat penting. Sebab hakikatnya masyarakat Indonesia ini sudah agamais dan religius. Dengan demikian penyuluh agama memiliki peran menjaga serta memelihara kultur tersebut yang tidak dapat dipisahkan dari kebiasaan masyarakat yang menjalani kehidupan. Nilai keagamaan selalu saja seiring dengan masyarakat Indonesia dalam aktifitas keseharian. Budaya ini yang harus dipelihara. Lukman Hakim Saifuddin, mengajak penyuluh agama untuk memelihara konteks kebangsaan dalam lingkup lebih luas. Tidak sebatas melihat persoalan hanya dalam pandangan sempit minoritas dan mayoritas. Penyuluh Agama itu luar biasa, bukan biasa saja. Untuk itu, Kementerian Agama terus berupaya meningkatkan kualitas tidak hanya wawasan, melainkan kemampuan, juga kesejahteraan. Penegasan Lukman Hakim Saifuddin terkait hoax. Mari kita menjadi orang kritis, apalagi penyuluh agama yang bertugas memberikan penerangan; kita adalah orang pilihan bukan orang awam. Negara mempercayakan kepada kita sebagai penyuluh. Kehormatan ini diberikan tidak hanya oleh negara, tapi oleh Tuhan. Saya ingin meyakinkan bahwa kita ini adalah orang-orang istimewa. Oleh karenannya, saya mengajak penyuluh agama untuk kritis, setidaknya jangan jadi awam dalam bersosial media.

 

2.   Menteri Agama Lukman Saifuddin mengatakan, Penyuluh Agama memiliki peran penting dikalangan akar rumput (grass root). Peran tersebut adalah sebagai teladan, panutan, sekaligus sebagai rujukan dan tempat bertanya masyarakat tentang hal ikhwal keagamaan. Hal itu dikatakan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat di daulat membuka telekonfrens bersama para peserta Diklat Teknis Subtantif Penyuluh Agama Non-PNS di delapan Balai Diklat Keagamaan se-Indonesia. Sebagai penyuluh, harus memiliki kesadaran bahwa penyuluhan, penerapan, bimbingan, dan hal-hal terkait penjelasan ikhwal keagamaan hendaknya memiliki penjelasan yang mencerahkan. Saya ingin menggaraisbawahi kata mencerahkan. Karena saudara-saudara penyuluh hakekatnya adalah para dai, juru penerang, maka sampaikanlah agama dengan pendekatan sedemikian rupa sehingga penjelasan saudara itu mencerahkan. Putra bungsu Menteri Agama KH. Saifuddin Zuhri menambahkan, Penyuluh Agama dibawah Kemenag meskipun Non-PNS, tetap saja mengemban fungsi bagaimana agar penyuluh agama berperan sebagai penyambung lidah pemerintah sehingga kebijakan pemerintah terkait keagamaan harus dipahami dengan baik oleh para penyuluh. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, mengajak seluruh penyuluh agama sebagai peserta diklat untuk betul-betul dapat memaknai hakikat dari kata penyuluh itu sendiri. Penyuluhan berasal dari kata ‘suluh’ yang berarti penerang. Saya berharap penyuluh memiliki kemampuan sekaligus kemauan untuk tetap memberikan penyuluhan atau penerangan sekaligus kemauan kepada masyarakat terkait dengan ihwal agama. Hal ihwal keagamaan amat sangat kompleks. Paham-paham keagamaan itu sangat beragam. Tak hanya Islam, hampir semua agama memiliki varian pemikiran. Maka yang dituntut dari seorang penyuluh adalah keluasan wawasan dalam memahami persoalan terkait keragaman paham keagamaan. Sekedar ilustrasi. Misalnya bila ada yang bertanya apakah memakai celana di atas mata kaki itu hukumnya apa. Wajibkah atau ini sesuatu yang boleh-boleh saja atau bahkan mungkin ada yang berpandangan haram. Disinlah peran penyuluh yang memiliki kemampuan untuk menjelaskan agar dapat mencerahkan. Bukan malah meyalah-nyalahkan atau menyatakan itu satu-satunya kebenaran. Karena itu menurut Lukman, penyuluh setidaknya mengemban tiga fungsi yang harus senantiasa terpatri.  Pertama: Penyuluh ialah pembimbing yang menuntun masyarkat terkait dengan agama. Kedua: Penyuluh agama merupakan teladan, panutan sekaligus rujukan tempat bertanya masyarakat mengenai agama. Ketiga: Penyuluh berfungsi sebagai penyambung lidah pemerintah sehingga kebijakan-kebijakan pemerintah terkait keagamaan dapat tersampaikan dengan baik di masyarakat.

 

3.   Penyuluh  Kemenag Wajib Tebar Pesan Kedamaian Agama. Pada kesempatan Kunjungan Kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ke Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Menteri Agama menaruh harapan besar kepada penyuluh untuk terus mengkampanyekan bahwa agama nicaya membawa kedamain dan kasih sayang. Tidak mungkin agama membawa kekerasan karena agama diturunkan untuk mensejahterakan kehidupan manusia. Hal ini disampaikan Menag dalam acara Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, di Bandar Lampung, Selasa (19/12). Pandangan ini dimaksudkan menyikapi perbedaan yang muncul di masyarakat, diperlukan kedewasaan dan kearifan. Hal ini dikarenakan keragaman dan perbedaan merupakan suatu keniscayaan bahkan sunnatullah. Menteri Agama, berharap perbedaan bukan untuk salaing dibenturkan atau diperhadapkan. Tuhan menciptakan kita berbeda untuk saling melengkapi. Misalnya ucapan selamat natal oleh kaum muslim. Sebagian mengharamkan dan sebagian membolehkan. Masing-masing pandangan memiliki basis argumentasi. Tugas Kementerian Agama dalam hal ini penyuluh untuk menjelaskan kepada masyarakat mengapa ada keragaman pendapat. Diperlukan kedewasaan dan kearifan dalam menyikapi perbedaan. Tugas kita adalah menjelaskan lalu menghormati pandangan lain. Menag juga berharap agar seluruh ASN Kemenag meningkatkan wawasan dan meluaskan khazanah. Tugas berat tersebut hanya mungkin jika memiliki keluasan khazanah.

 

 

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis literer yang ditemukan melalui  media online, sebagaimana dalam rumusan masalah di atas maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

Pandangan Menteri Agama di atas ditempatka dalam konteks kondisi bangsa kita yang akhir-akhir ini tidak nyaman dan tidak kondusif. Kenyataan ini di picu oleh pelbagai kepentingan sepihak yang cenderung bersifat konstruktif ingin memecah bela kehidupan berbangsa dan bernegara. Kenyataan ini semakin di perparah oleh sentimn-sentimen yang berbau sarah yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Sarana paling efektif yang biasanya dipakai untuk memediasi kepentingan-kepentingan tersebut ialah melalui media online. Media-media dalam kiprah pemberitaannya tidak akurat dan obyektif; selalu bernuansa profokatif. Itulah yang disebut istilah hoax.

Karena itu dalam pandangan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, perdamaian merupakan faktor penting dan mendesak yang harus diwujudkan oleh seluruh komponen bangsa teristimewa seluruh jajaran Kemenag RI di seluruh Indonesia. Seluruh komponen bangsa harus menyadari bahwa perdamaian merupakan kata kunci keberhasilan pembangunan suatu Negara. Karena perdamaian memiliki kekuatan fundamental untuk merubah dan menata suatu bangsa menuju kesejahteran dan kemakmuran rakyat.

Maka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memandang perlu agar perdamaian ditempatkan dalam perspektif tugas dan peran penyuluh agama. Tugas para penyuluh agama ialah mengkampanyekan perdamaian di mana-mana karena para penyuluh langsung berhadpan dengan masyarakt. Karena itu harap Menteri Agama, kiranya tugas penyuluh di lapangan selalu mengedapankan dan menciptkan perdamaian di mana-mana. Tugas ini juga menjadi tugas pokok para penyuluh, baik penyuluh PNS dan penyuluh Non-PNS untuk diwujudkan dan direalisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Maka sangat diperlukan peran aktif para penyuluh agama di lapangan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

1.      Menteri Agama: Gaji Penyuluh Honorer Akan Naik dua Kali Lipat., https://nasional.tempo.co

2.       https://id.m.wikipedia.org

3.       https://www.apaarti.com

4.      Sapa Penyuluh, Menag: Kita Akan Tingkatkan Kesejahteraan Penyuluh., https//kemenag.go.id. 20 des 2017

5.       Kunjungan ke Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (28/3/2018)

6.       JPP. https//jpp.go.id.

7.      Menteri Agama Akan Temui 1000 Penyuluh Agama DIY., https:www.senayanpost.com.

8.       MAJALAH AMPELDENTA Majalah Balai Diklat Keagamaan Surabaya. No. 3 Nopember 2016-Nopember 2017. Menag Buka Diklat Penyuluh melalui Video Conference. SAMBUTAN MENTERI AGAMA.JPP. https//jpp.go.id.

9.      www.nu.or.id. Abdulah, NU/Rabu, 26 Juli 2017). Jakarta, NU Online. (Musthofa Asrori/Abdulah Alwi). NU Online.

10.    Mahatma Gandhi, 2009: Semua Manusia Bersaudara, Yayasan Obor, hal. 145.

11.    Keputusan Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 54/Kep/MK.Waspan/9/1999 tentang Jabatan Penyuluh dan Angka Kreditnya.

12.    Keputusan Bersama Menteri Agama dan Kepala Badan Kepegawaian Nomor 574 Tahun 1999 Nomor 178 Tahun 1999 tentang Agama dan Angka Kreditnya