Rabu, 20 Februari 2019

OLEH : LA DJUMA

WIDYAISWARA BDK AMBON

 

Peran guru sebagai sumber belajar merupakan peran yang sangat penting. Peran sebagai sumber belajar berkaitan erat dengan penguasaan materi pelajaran. Kita bisa menilai baik atau tidaknya seseorang guru hanya dari penguasaan materi pelajaran. Dikatakan guru yang baik manakala ia dapat menguasai materi pelajaran dengan baik, sehingga benar-benar ia berperan sebagai sumber belajar bagi anak didiknya. Apapun yang dinyatakan siswa berkaitan dengan materi pelajaran yang sedang diajarkannya, ia akan bisa menjawab dengan penuh keyakinan Sebalikya, dikatakan guru yang kurang baik manakala ia tidak paham tentang materi yang diajarkannya. Ketidak pahaman tentang materi pelajaran biasanya ditunjukkan dengan perilaku-perilaku tertentu, misalnya teknik penyampaian materi pelajaran yang monoton, ia lebih sering duduk di kursi sambil membaca, suarannya lemah, tidak berani melakukan kontak mata dengan siswa, miskin ilustrasi, menggunakan metode ceramah, dan lain-lain.

Kata  metode  berasal dari bahasa Yunani methodos, yang berarti cara atau jalan.  Dalam bahasa Inggeris, kata ini ditulis method, dan bangsa Arab menerjemahkannya dengan tharîqaţ dan manhaj. Dalam bahasa Indonesia mengandung arti  : “ cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud (dalam ilmu pengetahuan dsb); cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai suatu yang ditentukan. Zakiyah Darajat dkk memaknai  metode  sebagai cara kerja yang sistematik dan umum, terutama dalam mencari kebenaran ilmiah.

Pembelajaran  adalah terjemahan dari instruction, yang berarti sistem sosial tempat berlangsungnya mengajar dan belajar.Pembelajaran  adalah setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru. Dimyati dan Mudjiono mendefinisikan pembelajaran sebagai kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada  penyediaan sumber belajar.  Jadi metode pembelajaran  adalah suatu cara atau seni mengajar yang di susun secara teratur dan dipergunakan dalam proses interaksi peserta didik dengan pendidik untuk mewujutkan tujuan yang telah direncanakan.

Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, metode terdiri dari: Metode Proyek, yaitu cara penyajian pelajaran yang bertitik tolak dari suatu masalah, kemudian dibahas dari berbagai segi yang berhubungan sehingga pemecahannya secara keseluruhan dan bermakna.  Metode Eksprimen, yaitu cara penyajian pelajaran, dimana peserta didik melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari..Metode Tugas dan Resitasi, yaitu metode penyajian bahan dimana guru memberikan          tuugas tertentu agar peserta didik melakukan kegiatann belajarMetode Diskusi, yaitu cara penyajian pelajaran, dimana peserta didik dihadapkan kepada sustu masalah yang berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problemtis untuk dibahas dan dipecahkan bersama.Metode Sosiodrama, sama dengan role playing, sosiodrana pada dasarnya mendramatisasikan tingkah laku dalam hubungannya dengan masalah lainya.

Metode Demonstrasi, yaitu cara penyajian pelajaran dengan meragakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan.Metode Problem  Solving, bukan hanya sekedar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang  dimulai dengan mencari data sampai pada menarik kesimpulan.  Metode Karyawisata, yaitu cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajar siswa ke suatu tempat atau objek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari/menyelidiki sesuatu.

Metode Tanya Jawab, cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru.Metode Latihan, merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Metode Ceramah, yaitu alat komunikasi lisan antara guru dan peserta didik dalam pembelajaran.Setiap prose pembelajaran selalu menghasilkan hasil belajar. Masalah yang dihadapi adalah  sampai ditingkat mana prestasi belajar yang telah dicapai. Sehubungan dengan hal inilah keberhasilan proses mengajar itu dibagi atas tingkatan atau taraf. Tingkatan keberhasilan tersebut adalah sebagai berikut:

1.      Istimewa/maksimal  : Apabila seluruh bahan pelajaran yang diajarkan itu dapat    dikuasai  peserta didik

2.      Baik sekali/optimal   : Apabila sebagian besar (76% s.d 99%) bahan yang diajarkan dapat dikuasai oleh siswa

3.      Baik/minimal            : Apabila bahan yang diajarkan hanya 60% s.d 75% saja dikuasai siswa

4.      Kurang                      : Apabila bahan yang diajarkan kurang dari 60% dikuasai oleh siswa. (Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, 2006 : 107)

Prof.DR.H.Abbudin Nata,MA (2009),mengatakan dilihat dari segi langkah-langkah dan tujuan kompetensi yang ingin dicapai,terdapat sejumlah metode yang dikemukakan para ahli.yaitu: metode ceramah,tanyajawab,demonstrasi,karyawisata,penugasan,pemecahan masalah,diskusi,simulasi,eksperimen,penemuan,dan proyek

Metode ceramah dapat diartikan sebagai cara menyajikan pelajaran melalui penuturan secara lisan atau penjelasan langsung kepada sekelompok siswa. Metode ceramah merupakan metode yang sampai saat ini sering digunakan oleh setiap guru atau instruktur.Hal ini selain disebabkan oleh beberapa pertimbangan tertentu,juga adanya faktor kebiasaan baik dari guru ataupun siswa.Guru biasanya belum merasa puas manakala dalam proses pengelolaan pembelajaran tidak melakukan ceramah.Demikian juga dengan siswa,mereka akan belajar manakala ada guru memberikan materi pembelajaran melalui ceramah,sehingga ada guru yang berceramah berarti ada proses belajar dan tidak ada guru berarti tidak ada belajar.

Ada beberapa alasan mengapa ceramah sering digunakan,alasan ini sekaligus merupakan keunggulan metode ini.

1.      Ceramah merupakan metode yang” murah”dan”mudah’untuk dilakukan.Murah dalam hal ini dimaksudkan proses ceramah tidak memerlukan peralatan-peralatan yang lengkap,berbeda dengan metode yang lain seperti demonstrasi atau peragaan.Sedangkan mudah,memang ceramah hanya mengandalkan suara guru,dengan demikian tidak terlalu memerlukan persiapan yang rumit.

2.      Ceramah dapat menyajikan materi pelajaran yang luas.Artinya materi pelajaran yang banyak dapat dirangkum atau dijelaskan pokok-pokoknya oleh guru dalam waktu yang singkat.

3.      Ceramah dapat memberikan pokok-pokok materi yang perlu ditonjolkan.Artinya,guru dapat mengatur pokok-pokok materi yang mana yang perlu ditekankan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai.

4.      Melalui ceramah,guru dapat mengontrol kegiatan kelas,oleh karena sepenuhnya kelas merupakan tanggung jawab guru yang memberikan ceramah.

5.      Organisasi kelas dengan menggunakan metode ceramah dapat diatur menjadi lebih sederhana.Ceramah tidak memerlukan setting kelas yang beragam,atau tidak memerlukan persiapan-persiapan yang rumit.Asal siswa dapat menempati tempat duduk untuk mendengar guru,maka ceramah sudah dapat dilakukan.

Di samping beberapa kelebihan di atas,ceramah juga memiliki beberapa kelemahan,di antaranya:

1.      Materi yang dikuasai siswa sebagai hasil dari ceramah akan terbatas pada apa yang dikuasai guru.Kelemahan ini memang kelemahan yang paling dominan,sebab apa yang diberikan adalah apa yang dikuasainya,sehingga apa yang dikuasai siswa pun akan tergantung pada apa yang dikuasai guru.

2.      Ceramah yang tidak disertai dengan peragaan dapat mengakibatkan terjadinya verbalisme.Verbalisme adalah “penyakit”yang sangat mungkin disebabkan proses ceramah.Oleh karena itu,dalam proses penyajiannya guru hanya mengandalkan bahasa verbal dan siswa hanya mengandalkan kemampuan auditifnya.Sedangkan,disadari bahwa setiap siswa memiliki kemampuan yang tidak sama,termasuk dalam ketajaman menangkap materi pembelajaran melalui pendengarannya.

3.      Guru yang kurang memiliki kemampuan bertutur yang baik,ceramah sering dianggap sebagai metode yang membosankan.Sering terjadi,walaupun secara fisik siswa ada di dalam kelas,namuan secara mental siswa sama sekali tidak mengikuti jalannya proses pembelajaran;pikirannya melayang kemana-mana,atau siswa mengantuk,oleh karena gaya bertutur guru yang tidak menarik

Melalui ceramah,sangat sulit untuk  mengetahui apakah seluruh siswa sudah  mengerti apa yang dijelaskan atau belum.Walaupun ketika siswa diberi kesempatan untuk bertanya,dan tidak ada seorangpun yang bertanya,semua itu tidak menjamin siswa seluruhnya sudah paham.. Metode Ceramah dimulai dengan menjelaskan tujuan yang ingin dicapai,menyiapkan garis-garis besar yang akan dibicarakan,serta menghubungkan antara materi yang akan disajikan.Ceramah akan berhasil apabila mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh dari pada peserta didik,disajikan secara sistematik,menggairahkan,memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk merespons serta motivasi belajar yang kuat dari peserta didik.