Kamis, 21 Februari 2019

10/12/2018 – Perkembangan peradaban zaman yang terus menerus mengalami perubahan serta peningkatan khususnya pada dunia pendidikan sehingga mengharuskan adanya pendidikan dan pelatihan yang yang tujuannya agar dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi sehingga para pendidik mampu mengikuti perubahan dan perkembangan ilmu yang terjadi sekarang ini.

 

Balai Diklat Keagamaan Ambon memprogramkan Diklat Di Wilayah Kerja Peningkatan Kompetensi Penyusunan Rencana Pembelajaran yang dilaksanakan di Kabupaten Seram Bagian Barat yang berlokasi di desa IHA kecamatan Huamual adalah salah satu program kediklatan yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Ambon dalam menjawab tantangan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era sekarang ini.

 

Pelaksanaan kegiatan DDWK ini berlangsung selama 6 (enam) hari terhitung mulai tanggal 10 sampai dengan 15 Desember 2018 yang bertempat di sekolah MTs. Muhammadiyah  di desa Iha Kab. Seram Bagian Barat, dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang yang terdiri dari para guru baik dari tingkat dasar, menengah dan tingkat atas.

Widyaiswara yang bertugas pada DDWK RPP ini berjumlah 2 orang yang berasal dari balai Diklat Keagamaan Ambon, serta narasumber yang terdiri dari pejabat struktural pada Kantor Kementerian Agama Kab. Seram Bagian Barat dan Balai Diklat Keagamaan Ambon.

 

Hadir pada upacara Pembukaan DDWK Peningkatan Kompetensi Penyusunan Rencana Pembelajaran itu yakni Kepala Kantor kementerian Agama Kab, Seram Bagian Barat yang pada saat itu diwakili oleh Kepala Sub. Bagian Tata Usaha, bapak Jafar Tuny, Panitia serta para Kepala Sekolah dan seluruh peserta DDWK Peningkatan Kompetensi Penyusunan Rencana Pembelajaran.

 

Pada upacara pembukaan itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Seram Bagian yang diwakili oleh Kepala Sub. Bagian Tata Usaha menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan DDWK Peningkatan Kompetensi Penyusunan Rencana Pembelajaran dilingkungan Kementerian Agama Kab. Seram Bagian Barat.

Kepala Kantor Kementerian Agama dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal yang yang harus dilaksanakan dalam pelaksanaan kegiatan DDWK ini anatar lain Pelaksanaan DDWK Peningkatan Kompetensi RPP bagi guru ini kiranya para guru mampu menunjukan perilaku sesuai dengan fakta, konsep, prosedur dan metakognetif penyusunan rencana pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari, serta seluruh peserta yang terdiri dari para guru kiranya dapat mengikuti kegiatan DDWK ini dengan tekun sampai selesai dan perlu menjaga kedisiplinan dalam menjalankan proses pembelajaran.

 

Beliau juga menyampaikan bahwa pada saat ini Madrasah itu grafiknya setiap tahun mengalami kenaikan dan hal ini harus tetap dipertahankan, semua ini dapat terjadi dengan mengingat motto madrasah yang pertama yakni “Madrasah lebih baik dan lebih baik madrasah”, dan yang sekarang telah mengalami kemajuan serta perubahan yakni “Madrasah Hebat Bermartabat”, dan yang terpenting lagi adalah 5 Budaya Kerja Kementerian Agama yakni Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung jawab, Keteladanan.

 

Dalam sambutan Kepala Kantor kementerian Agama kab. Seram Bagian Barat juga memberikan apresiasi kepada kepala balai Diklat Keagamaan Ambon yang telah banyak membuat perubahan dalam rangka peningkatan kualitas Diklat, serta beliau juga sangat berterimah kasih kepada kepala balai Diklat Keagamaan Ambon beserta jajarannya yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan Diklat Di Wilayah Kerja di Kementerian Agama Kab. Seram Bagian Barat sehingga dapat lebih menguntungkan kepada kita karena 30 orang yang diberi kesempatan untuk menyerap ilmu dibandingkan dengan kegiatan yang sama yang dilakukan di Balai Diklat Keagamaan Ambon itu hanya dapat memberikan kesempatan kepada kurang lebih 5 orang saja, oleh karena itu kegiatan Diklat Di Wilayah Kerja ini sangatlah efektif dilakukan untuk peningkatan kompetensi guru di wilayah kerja masing-masing.

Harapan beliau agar para peserta yang merupakan tenaga pendidik dilingkungan Kementerian Agama Kab. Seram bagian Barat dapat dengan baik menerima pengetahuan yang diberikan oleh widyaiswara sehingga peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperolehnya pada sekolah-sekolah tempat para peserta bertugas.