Top
    bdkambon@kemenag.go.id
(0911) 362488
Penerapan Learning  Organization dalam meningkatkan kinerja  pegawai BDK Ambon

Penerapan Learning Organization dalam meningkatkan kinerja pegawai BDK Ambon

Senin, 9 Desember 2019
Kategori : Artikel Ilmiah
17 kali dibaca

A. PENDAHULUAN

            Pesatnya perkembangan  ilmu pengetahuna dan teknologi  saat ini membuat organisasi dihadapkan pada suatu tantangan dalam menghadapi persaingan. Kualitas SDM merupakan salah satu  faktor kunci daya saing organisasi.  Setiap organisasi dituntut untuk memiliki keunggulan bersaing agar  tetap bertahan yang didukung dengan intelegensi organisasi untuk mengelola pengetahuan melalui proses belajar berkelanjutan. Dengan permasalahan dan juga kemajuan yang ada, berarti setiap organisasi dituntut untuk dapat berkompetisi dan meningkatkan daya saingnya agar dapat mengikuti perkembangan zaman dan bertahan di era yang semakin canggih dengan kemajuan teknologi, informasi, dan komunikasi.  Kemampuan organisasi untuk berkompetisi dan mengikuti perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi pastinya perlu dukungan dari individu-individu yang ada di dalam organisasi tersebut. Seperti yang disebutkan oleh Ducker (1992), bahwa pada saat ini kita berada pada zaman revolusi komunikasi, organisasi harus memiliki pengetahuan eksplisit (know how) dan pengetahuan tasit (know why). Serta ilmu yang dimiliki oleh setiap individu di dalam organisasi adalah kunci keberhasilan untuk meningkatkan kesejahteraan organisasi dan kesejahteraan para individu di dalamnya.

            Sebagai organisasi pembelajaran (learning organization) lembaga pendidikan dan pelatihan harus mampu melahirkan manusia-manusia pembelajar. Manusia pembelajar merupakan orang yang menempatkan perbuatan belajar dalam totalitas skema kehidupannya. Membentuk manusia pembelajar dalam makna luas tidak bisa instan, melainkan melalui sebuah proses evolusi kesadaran. Diperlukan keseriusan dan rentang waktu yang panjang untuk mencapainya (Danim, 2005:18)

            Organisasi yang dapat bersaing harus mengembangkan budaya belajar dan menjadi organisasi pembelajar. Organisasi pembelajar (learning Organization)adalah proses berkelanjutan di dalam suatu organisasi yang menyediakan kelancaran pembelajaran dan pengembangan individu untuk semua pegawai, dengan tetap menjaga transformasi secara terus menerus, pemberdayaan sumber daya manusia organisasi pembelajar (learning organization) yang efektif membutuhkanskills yang harus dimiliki oleh setiap personal untuk membangun organisasi pembelajar. Skills tersebut yakni: personal mastery (berkompeten), mental models (pola mental), shared vision (visi yang sama), team learning (tim pembelajar), dan systems thinking (berpikir sistem), sehingga organisasi pembelajar dapat diwujudkan secara optimal. Organisasi pembelajar yang optimal dapat memberikan dampak positif terhadap prestasi. Pencapaian diri adalah penampilan hasil karya personal baik kuantitas maupun kualitas dalam suatu organisasi.

Pada dasarnya organisasi belajar ini merupakan suatu konsep dimana organisasi harus melewati proses belajar yang terus menerus secara mandiri untuk menghadapi hambatan baik dari dalam maupun dari luar organisasi untuk mencapai tujuan bersama. Manfaat penting membangun organisasi belajar ini adalah bahwa organisasi mampu menghadapi tantangan perubahan dalam segala aspek lingkungan kehidupan dan menyesuaikan diri dengan perubahan itu agar tetap bertahan dan berkembang, mencapai kinerja yang tinggi dan memenangkan persaingan, dan memperbaiki kualitas dengan memunculkan inovasi.

Tulisan ini dimaksudkan untuk menggambarkan bahwa peranan Learning Organization sangat penting dalam meningkatkan kinerja untuk memperbaiki dan  pencapaian hasil kerja dalam organisasi.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan pemaparan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam tulisan ini:

  1. Apakah definisi organisasi pembelajaran?
  2. Bagaimanakah karakteristik organisasi pembelajaran?

C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan ini, yakni:

  1. Mendeskripsikan pengertian organisasi pembelajaran
  2. Mendeskripsikan karakteristik organsisasi pembelajaran

Landasan Teori

Secara sederhana organisasi dapat diartikan sebagai sutu perserikatan orang-orang yang masing-masing diberi peranan tertentu dan melaksanakan kegiatan sesuai dengan peranannya bersama-sama secara terpadu mencapai tujuan yang yang telah ditentukan bersama.

Menurut Akdon (2009:43-44) Konsep umun Organisasi adalah kesatuan social yang secara sadar dikoordinasikan dengan batasan-batsan yang relative dapat diidentifikasikan dengan terus menerus bekerja sama untuk mencapai tujuan. Berdasarkan konsep umum, terdapat bagian-bagian pokok dalam  organisasi, yaitu:

  • Kesatuan sosial, berarti organisasi terdiri dari kelompok( himpunan, perserikatan) orang yang saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya masing-masing dalam suatu kesatuan yang bermakna bagi dirinya dan organisasi.
  • Struktur dan organisasi, beraktivitas orang-orang dalam organisasi dirancang dan disusun dalam suatu pola tertentu yang menggambarkan tugas pokok dan fungsi, mekanisme kerja setiap bagian, dan hubungan kerja antar bagian.
  • Setiap organisasi mempunyai batasan yang membedakan antara anggota organisasi dan bukan anggota, siapa dan apa yang menjadi bagian dan bukan menjadi bagian organisasi. Batasan organisasi dapat diidentifikasi melalui kontrak perjanjian yang disepakati oleh anggota dan organisasi.
  • Tujuan.  Organisasi timbul dan melakukan aktifitas untuk mencapai tujuan. Tujuan organisasi tidak dapat dicapai oleh orang-orang yang berada di dalam organisasi secara sendiri-sendiri, tapi harus dilakukan secara kerjasama yang saling mendukung secara berkelompok.

Stephen Robbins (2008:16) menjelaskan bahwa organisasi merupakan suatu kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar yang berfungsi secara relative terus-menerus untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, dapat dikatan bahwa setiap organisasi adalah sebuah proses yang terstruktur yang mana setiap individu berinteraksi dengan yang lainnya untuk berbagai tujuan.

  Menurut Peter Senge  dalam  Edward Russell-Walling  (2008;116) organisasi pembelajaran adalah organisasi dimana orang terus-menerus memperluas kapasitasnya  untuk menciptakan hasil yang benar-benar mereka inginkan, dimana pola piker yang  baru dan ekspansif dipelihara,  dan aspirasi kolektif dterapkan secara bebas, dan dimana orang terus-menerus belajar melihat bersama-sama secara menyeluruh.

 Menurut Peter Senge  organisasi pembelajaran adalah:

  1. Organisasi yang terus menerus mau berkembang untuk meningkatkan kinerjanya termasuk didalamnya perubahan budaya organisasi.
  2. Organisasi yang berusaha mengatasi ketidakmampuan belajar untuk memahami secara jelas ancaman dan berusaha untuk mengenal peluang baru untuk kemajuan organisasi.

PEMBAHASAN

LEARNING ORGANIZATION (Organisasi Pembelajar)

Sebagai organisasi pembelajar, suatu organisasi harus dapat mendorong para anggotanya untuk terus beradaptasi untuk menghadapi setiap perubahan lingkunagan dan kemajuan yang ada. Peter Senge (1992) menyebutkan untuk menjadi organisasi pembelajar, organiasi dapat mengaplikasikan lima disipin ilmu atau yang sering dikenal dengan The Fifth Discipline, yaitu penguasaan pribadi,  membagi visi, model mental, berfikir sitem, dan pembelajaran kelompok.

 

 

  1. Pemikiran Sistem (System Thinking)   cara pandang, cara berbahasa untuk menggambarkan dan memahami kekuatan dan hubungan yang menentukan perilaku dalam suatu sistem. Tanpa kemampuan menganalisis dan mengintegrasikan disiplin-disiplin organisasi pembelajar, tidak mungkin dapat menerjemahkan disiplin-displin itu kedalam tindakan (kegiatan) organisasi yang lebih luas. Disiplin ini membantu kita melihat bagaimana kita mengubah sistem-sistem secara lebih efektif, dan bertindak lebih selaras dengan proses-proses yang lebih besar dari alam dan dunia ekonomi. Berpikir sistem ini pengertiannya hampir sama dengan apa yang disampaikan oleh Guthrie tentang Melihat organisasi sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan (Viewing organization as integrated whole).
  2.  Keahlian Pribadi (Personal Mastery) Menjalani kehidupan dari suatu sudut pandang kreatif bukan reaktif. belajar untuk memperluas kapasitas personal dalam mencapai hasil kerja yang paling diinginkan, dan menciptakan lingkungan organisasi yang menumbuhkan seluruh anggotanya untuk mengembangkan diri mereka menuju pencapaian sasaran dan makna bekerja sesuai dengan harapan yang mereka pilih.

 

  1.  Model Mental (Mental Model)   meningkatkan gambaran diri kita tentang dunia luar, dan melihat bagaimana mereka membentuk keputusan dan tindakan kita.
  2.  Visi Bersama (Shared Vision) membangun rasa komitmen dalam suatu kelompok, dengan mengembangkan gambaran bersama tentang  masa depan yang akan diciptakan, prinsip dan praktek yang menuntun cara kita mencapai tujuan.
  3.  Pembelajaran kelompok  (Team Learning) mentransformasikan pembicaraan dan keahlian berpikir, sehingga suatu kelompok dapat secara sah mengembangkan otak dan kemampuan yang lebih besar dibanding ketika masing-masing anggota kelompok bekerja sendiri (Russell-Walling 2008:116). Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa kecerdasan organisasi jauh lebih besar dari jumlah kecerdasan-kecerdasan individunya. Untuk mencapai kondisi tersebut dibutuhkan individu-individu dalam organisasi yang memiliki emotional intelligence yang tinggi.

Dari beberapa definisi diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa  organisasi pembelajaran adalah organisasi dimana orang terus-menerus memperluas kapasitas mereka untuk menciptakan hasil yang benar-benar mereka inginkan, dimana pola baru dan ekspansi pemikiran diasuh, dimana aspirasi kolektif dibebaskan, dan dimana orang terus-menerus belajar melihat bersama-sama secara menyeluruh., untuk meningkatkan kapasitas organisasi dapat ditempuh melalui proses belajar

Karakteristik Organisasi Pembelajaran

Wibowo (2006:351) menyatakan organisas pembelajaran atau learning organization memiliki tiga karakteristik yaitu:

  1. Gagasan baru merupakan persyaratan bagi learning organization. Learning organization secara aktif menginfus organisasi dengan gagasan dan informasi baru.
  2. Pengetahuan baru harus ditransfer ke  seluruh organisasi. Learning organization berusaha mengurangi proses dan hambatan interpersonal terhadap  berbagai informasi, gagasan, dan pengetahuan di antara organisasi.
  3. Perilaku harus berubah sebagai hasil pengetahuan baru. Learning organization berorientasi pada hasil. Lingkungan diperkuat dimana pekerja didorong menggunakan perilaku dan proses operasional baru untuk mencapai tujuan korporasi.

 Menurut Kreitner dan Kinicki (2005:472) Organisasi pembelajaran (learning organization)  dapat dibagi menjadi tiga komponen yaitu:

  1. Ide baru adalah syarat bagi organisasi pembelajaran.

Organisasi pembelajaran secara aktif mencoba untuk memasukan ide dan informasi baru pada organisasi tersebut. Organisasi pembelajaran melakukan hal ini dengan cara menyaring lingkungan eksternal, mempekerjakan bakat dan keahlian baru jika diperlukan, dan memberikan  sumber daya yang signifikan untuk melatih dan mengembangkan karyawan mereka. Sebagai contoh, Motorola dan Saturn Corpotarion, dua perusahaan yang mengembangkan lingkungan pembelajaran, mengirimkan karyawannya masing-masing ke 40 dan 100 jam pelatihan setiap tahunnya.

  1. Pengetahuan baru harus ditransfer keseluruh organisasi.

Organisasi pembelajaran berjuang untuk mengurangi halangan-halangan structural, proses dan interpersonal terhadap pambagian informasi, ide, dan pengetahuan antar organisasi.

  1. Perilaku harus berubah sebagai akibat dari pengetahuan baru.

Organisasi pembelajaran berorientasi pada hasil. Organisasi pembelajaran membantu menyumbangkan lingkungan dimana karyawan didorong untuk menggunakan perilaku dan proses operasional baru untuk mencapai tujuan.

            Karakteristik organisasi belajar memiliki piranti-piranti yang berbeda dengan organisasi tradisional yang bukan belajar seperti di bawah ini:

 

 

 

Gambar 1

Karakteristik Organisasi Belajar

Karakteristik

Organisasi Tradisional

Organisasi Belajar

Siapa yang belajar?

Siapa yang mengajar?

Siapa yang ber- tanggungjawab

Piranti belajar yang digunakan?

Kapan belajar?

Kompetensi apa yang dipelajari?

Dimana belajar?

Waktu?

Motivasi?

Para manajer/karyawan yang ditunjuk

Pelatih atau nara sumber dari luar

Departemen Diklat

Kursus, magang, pelatihan formal, bimbingan, rencana pelatihan

Ketika dibutuhkan, saat orientasi atau sesuai kebutuhan

Teknik

Ruang kelas, tempat kerja

Untuk saat ini sesuai kebutuhan

Ekstrinsik dan terpaksa

Seluruh manajer/karyawan dari semua unit kerja

Atasan langsung, pelatih dan nara sumber

Setiap manajer/karyawan

Kursus, magang, rencana belajar, tim, mitra kerja, ukuran kinerja, refleksi pribadi

Sepanjang hayat, untuk jangka pnjang

Teknis dan manajerial, hubungan pribadi, bagaimana belajar

Ruang rapat, saat melakukan pekerjaan, di mana saja

Untuk masa yang akan datang

Intrinsik dan semangat

Sumber: Braham, 2003

Berdasarkan teori di atas menggambarkan bahwa Setiap organisasi dituntut untuk memiliki keunggulan bersaing agar dapat tetap bertahan yang didukung dengan intelegensi organisasi untuk mengelola pengetahuan melalui proses belajar berkelanjutan. Organisasi belajar sangat diperlukan terutama dalam menghadapi perubahan lingkungan yang sangat cepat. Pada dasarnya organisasi belajar ini merupakan suatu konsep dimana organisasi harus melewati proses belajar yang terus menerus secara mandiri untuk menghadapi hambatan baik dari dalam maupun dari luar organisasi untuk mencapai tujuan bersama.

 

 

PENUTUP

Organisasi merupakan suatu kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar yang berfungsi secara relative terus-menerus untuk mencapai tujuan bersama.  Organisasi pembelajaran adalah organisasi yang secara proaktif menciptakan, memperoleh, dan mentranfer serta mengubah perilakunya berdasarkan pengetahuan dan wawasannya yang baru.

Organisasi pembelajaran (learning organization) memberikan kontribusi yang positif bagi organisasi tentang pemecahan masalah yang sistematis sebagai aktifitas awal yang menekankan pada filosofi dan metode yang digunakan terhadap peningkatan kalitas, yang dilakukan melalui program pelatihan tehnik pemecahan masalah.

Daftar Pustaka

Akdon, Strategic Management For Educational Management, Alfabeta Bandung, 2009.

 Danim, Sudarwan  Menjadi komuitas pembelajar Kepemimpinan Transformasional dalam Komunitas Organisasi Pembelajaran,  Jakarta, Bumi Aksara,  2005

Kreitner, Robert  dan Kinicki, Angelo , Perilaku organisasi Edisi5 buku 2, Salemba Empat, Jakarta, 2005

Russell,Edward -Walling, 50 Terobosan Manajemen yang perlu Anda Ketahui, Essensi, PT Erlangga, 2008

Wahab, Abdul Aziz , Anatomi organisasi  dan kepemimpinan pendidikan, Alfabeta Bandung, 2008

Wibowo, Manajemen Perubahan edisis kedua,  PT Raja Gravindo Persada, Jakarta, 2006


Sumber :

Penulis : Hasnawaty

Editor :

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP