Top
    bdkambon@kemenag.go.id
(0911) 362488
Kapusdiklat Tenaga Administrasi Memberikan Materi Pada Rakor Kediklatan BDK Ambon Tahun 2020

Kapusdiklat Tenaga Administrasi Memberikan Materi Pada Rakor Kediklatan BDK Ambon Tahun 2020

Sabtu, 8 Februari 2020
Kategori : Berita
24 kali dibaca

BDK Ambon, 8-02-2020 – Kemajuan teknologi informasi digital saat ini telah melanda seluruh belahan dunia. Kondisi ini memaksa kita untuk melakukan reposisi peran dan fungsinya agar mampu bersaing. Birokrasi sebagai tulang punggung secara otomatis harus menyesuaikan berbagai perubahan tersebut agar tidak menjadi beban bagi pemerintah.

Kapusdiklat Tenaga Administrasi Dr. H. Rudi Subiyantoro, M.Pd mengatakan, kemajuan teknologi dan informasi saat ini telah mengubah zaman. Hal ini ditandai dengan konsep jarak, ruang dan waktu yang semakin tereduksi karena teknologi.

“Apa yang terjadi di belahan dunia lain dapat kita ketahui secara langsung melalui berbagai platform aplikasi yang tersedia. Hal ini ditunjang dengan perkembangan ponsel pintar, internet, media sosial, serta peningkatan penggunanya,” jelasnya saat menjadi pembicara pada Rakor Kediklatan BDK Ambon dengan tema “Diklat Profesional, bertintegritas dan Kompetitif” yang digelar di The Natsepa Hotel Ambon dari tanggal, 7 sampai dengan 9 Februari 2020.

Menurut Dr. H. Rudi Subiyantoro, M.Pd, Indonesia yang merupakan negara berkembang juga tak lepas dari perkembangan tersebut. Masyarakat kini banyak mengadopsi cara baru dalam aktivitas sehari-hari, misalnya dalam hal belanja yang kini dilakukan secara on line, mengurangi penggunaan uang tunai karena memanfaatkan uang digital, serta berbagai aplikasi untuk memudahkan aktivitas.

“Hal ini menjadi penanda pokok telah terjadinya pergeseran menuju industri 4.0, dimana ada penyatuan antara dunia fisik, digital dan biologi secara on line. Industri 4.0 juga ditandai dengan pemanfaatan komputasi dalam suatu jaringan internet untuk menjalankan program atau aplikasi melalui komputer-komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama.

Adanya revolusi industri 4.0, menurut Dr. H. Rudi Subiyantoro, M.Pd, telah menyebabkan banyak sekali dampak, baik itu positif ataupun negatif. World Economic Forum memperkirakan, jutaan pekerjaan akan berkurang dan digantikan dengan mesin, robot, artificial intelligence, serta perangkat komputasi lainnya.

“Sekarang ini digitalisasi adalah masa depan, dan ekonomi digital menjadi penggerak perekonomian. Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana birokrasi kita mempersiapkan diri terhadap tantangan globalisasi dan digitalisasi ini,” jelasnya.

Kebijakan Strategi

Berbagai tantangan yang dihadapi dalam revolusi industri 4.0 itu, menurut Dr. H. Rudi Subiyantoro, M.Pd, untuk memperluas akses layanan sampai ke pelosok tanah air.

berbagai pelayanan publik juga dihadirkan di wilayah-wilayah tersebut. Hal ini sebagai upaya pemerataan terhadap hasil pembangunan,” kata dia.

Hal lain yang juga menjadi fokus adalah penguatan tata kelola dan manajemen ASN, implementasi e-govt terintegrasi, serta kualitas dan inovasi pelayanan publik. Persoalan lain yang juga tak kalah penting adalah penguatan akuntabilitas dan sistem pengawasan internal.

Kepala BDK Ambon Muis Riadi mengatakan Kami berupaya melakukan sejumlah langkah strategis dengan melakukan perbaikan terhadap kerangka kebijakan, kelembagaan, pendanaan, serta regulasi.


Sumber :

Penulis :

Editor :

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP